Pengaruh Penambahan Rumput Laut (K.Alvarezii) Dan Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipoema batatas) Pada Karakteristik Biskuit
Abstract
AbstrakBiskuit adalah salah satu produk makanan ringan yang digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Inovasi dalam pengolahan biskuit dapat dilakukan melalui penambahan bahan pangan fungsional, seperti rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dan tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas). Rumput laut kaya akan serat dan gizi, sedangkan ubi jalar ungu mengandung antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik dari produk biskuit yang ditambahkan rumput laut dan tepung ubi jalar ungu, serta menganalisis karakteristik organoleptik dan kandungan gizinya. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu F1 (15%), F2 (20%), dan F3 (25%), serta dianalisis menggunakan SPSS 26. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada F1 (15%) dengan nilai rata-rata kenampakan 2,70%, aroma 2,64%, tekstur 2,35%, dan rasa 2,61%. Hasil uji proksimat pada biskuit F1 menunjukkan kadar air 6,12%, kadar abu 2,40%, kadar protein 3,90%, kadar lemak 13,50%, dan karbohidrat 74,09%. Kandungan serat pangan tercatat sebesar 10,06%. Berdasarkan hasil tersebut, biskuit dengan formulasi F1 layak dikembangkan sebagai produk olahan fungsional yang kaya serat dan memiliki karakteristik organoleptik yang dapat diterima konsumen.
Kata kunci : Biskuit, Kappaphycus alvarezii, Ipomoea batatas, serat pangan, organoleptik, proksimat.
Downloads
References
Abstrak
Biskuit adalah salah satu produk makanan ringan yang digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Inovasi dalam pengolahan biskuit dapat dilakukan melalui penambahan bahan pangan fungsional, seperti rumput laut (Kappaphycus alvarezii) dan tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas). Rumput laut kaya akan serat dan gizi, sedangkan ubi jalar ungu mengandung antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik dari produk biskuit yang ditambahkan rumput laut dan tepung ubi jalar ungu, serta menganalisis karakteristik organoleptik dan kandungan gizinya. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yaitu F1 (15%), F2 (20%), dan F3 (25%), serta dianalisis menggunakan SPSS 26. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada F1 (15%) dengan nilai rata-rata kenampakan 2,70%, aroma 2,64%, tekstur 2,35%, dan rasa 2,61%. Hasil uji proksimat pada biskuit F1 menunjukkan kadar air 6,12%, kadar abu 2,40%, kadar protein 3,90%, kadar lemak 13,50%, dan karbohidrat 74,09%. Kandungan serat pangan tercatat sebesar 10,06%. Berdasarkan hasil tersebut, biskuit dengan formulasi F1 layak dikembangkan sebagai produk olahan fungsional yang kaya serat dan memiliki karakteristik organoleptik yang dapat diterima konsumen.
Kata kunci : Biskuit, Kappaphycus alvarezii, Ipomoea batatas, serat pangan, organoleptik, proksimat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 nadya namira adzani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
