Pengaruh Pemberian Pupuk Organik “Paniwang” Terhadap Produksi Dan Kandungan Nutrisi Biomassa Sorgum Lokal Sumba Umur Panen 100 Hari
DOI:
https://doi.org/10.58300/jps.v4i1.1137Kata Kunci:
Sorgum Lokal, Pupuk Organik, Produksi Berat Segar, Kandungan NutrisiAbstrak
Peningkatan populasi ternak memicu kebutuhan hijauan pakan, namun lahan terbatas dan alih fungsi lahan menjadi kendala. Sorgum (Watar Hammu) Kiku Mbimbi, varietas lokal Sumba Timur, berpotensi sebagai pakan ternak karena toleran lahan kering dan bernutrisi, tetapi produktivitasnya dipengaruhi lingkungan dan pemupukan. Penelitian ini mengkaji pengaruh pupuk Paniwang terhadap nutrisi dan produksi berat segar sorgum umur 100 hari. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dosis pupuk (0, 10, 20, 30, 40 ton/ha) dan 4 ulangan, penelitian di Laboratorium Lapangan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba (Maret-Juni 2024) mengukur produksi bahan segar dan nutrisi (uji proksimat), dianalisis dengan ANOVA dan DUNCAN (95% kepercayaan). Hasil menunjukkan pupuk Paniwang signifikan mempengaruhi produksi dan nutrisi sorgum. Dosis optimal 30 ton/ha (P3) menghasilkan berat segar tertinggi (521,20 gram), sementara dosis tinggi (40 ton/ha, P4) menurunkan produksi. Terdapat variasi kandungan nutrisi antar perlakuan: perlakuan tanpa pupuk (P0) menghasilkan bahan kering (BK) tertinggi (87,910%) dan energi metabolisme (EM) terendah (2.808,95 kkal/kg), perlakuan 10 ton/ha (P1) menghasilkan protein kasar (PK) tertinggi (7,460%) dan serat kasar (SK) terendah (13,741%), dan perlakuan 20 ton/ha (P2) menghasilkan EM tertinggi (3.182,70 kkal/kg). Penelitian ini menegaskan bahwa varietas, pemupukan, umur panen, dan kondisi lingkungan mempengaruhi kandungan nutrisi sorgum, sehingga perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan kualitas pakan berbasis sorgum. Pupuk Paniwang efektif dalam meningkatkan produksi dan kandungan nutrisi sorgum, menjadi referensi pengembangan pakan alternatif berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Dewan Standarisasi Nasional (DSN). 2001. Dedak Padi/Bahan Baku Pakan.
Djurumanna, E. L. W., Nganji, M. U., & Lewu, L. D. (2022). Identifikasi varietas kacang tanah sandle berdasarkan karakter morfologi pada varietas kacang tanah lokal di Kecamatan Haharu. Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 10(1), 14-25. https://doi.org/10.30605/perbal.v10i1.1466
Dwidjoseputro, D. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Fahmi, Z. Ismail. 2015. Media Tanam sebagai Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman. Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan, Surabaya. http://ditjenbun.pertanian.go.id. (Diakses pada 7 Mei 2018).
Grist, D. H. 1972. Rice (4th ed.). Lowe and Brydine Ltd, London.
Haumein, A. (2020). Uji residu pupuk kandang sapi dan jarak tanam sorgum (Sorghum bicolor L.) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogeae L.) dalam tumpangsari. Savana Cendana, 5(02), 27-30. https://doi.org/10.32938/sc.v5i02.930
Hulse, J. H., Laing, E. M., & Pearson, O. E. 1980. Sorghum and Millets: Their Composition and Nutritive Value. Academic Press, New York, USA. Dalam Rooney, L. W. & McDonough, C. M. (1987). Food Quality and Consumer Acceptance of Pearl Millet. Proceedings of International Pearl Millet Workshop, ICRISAT, India.
Kartasapoetra, A. G. 1991. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan. Rineka Cipta, Jakarta.
Kotabe, H. 1997. Batuan Fosfat dan Sumberdaya Fosfat. Pusat Penelitian Sumberdaya Fosfat Jepang, Kanagawa. (Dalam bahasa Jepang).
Koten, B. B., et al. (2012). Produksi tanaman sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) varietas lokal Rote sebagai hijauan pakan ruminansia pada umur panen dan dosis pupuk urea yang berbeda. Buletin Peternakan, 36(3), 150-155.
Lingga, P. & Marsono. 2005. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta.
Novrizal, S., Irmansyah, T., & Mariati. (2016). Pertumbuhan dan produksi sorgum manis (Sorghum bicolor (L.) Moench) terhadap pemberian mulsa dan bahan organik. Jurnal Agroteknologi, 4(3), 2188-2195.
Okeno, J. A., Evans, M., Santie, D. V., Jeffrey, D. W., & Manjit, K. M. (2012). Morphological variation in the wild-weedy complex of Sorghum bicolor in situ in western Kenya: Preliminary evidence of crop-to-wild gene flow. International Journal of Plant Sciences, 173(5), 507-515.
Pekuwali, E. (2023). Identifikasi Morfologi Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L.) Varietas Lokal Sumba Timur.
Prihmantoro, H. & Hety, Y. I. (2005). Hidroponik Sayuran Semusim untuk Hobi dan Bisnis. Penebar Swadaya, Jakarta.
Rasyaf. 1990. Bahan Pakan Unggas Indonesia. Kanisius, Yogyakarta.
Reddy, R. N., Mohan, S. M., Madhusudhana, R., Umakanth, A. V., Satish, K., & Srinivas, G. (2008). Inheritance of morphological characters in sorghum. Journal of SAT Agricultural Research, 6.
Rasantika, M. S. (2009). Guano Kotoran Burung yang Menyuburkan. Kompas Gramedia, Jakarta.
Samadi, B. (2007). Kentang dan Analisis Usaha Tani. Kanisius, Yogyakarta.
Samadi, B. (2011). Kentang dan Analisis Usaha Tani (Edisi Revisi, Cetakan V, hal. 58). Kanisius, Yogyakarta.
Sastrodiharjo. 1984. Pengantar Entomologi Terapan. ITB, Bandung.
Septiani, D. (2012). Pengaruh pemberian arang sekam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabe rawit. (Online). http://hortikulturapolinela.files.wordpress.com/2012/10/dewi.pdf (Diakses 21 November 2014).
Setiawan, A. I. 1998. Memanfaatkan Kotoran Ternak. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sirappa, M. P. (2003). Prospek pengembangan sorgum di Indonesia sebagai komoditas alternatif untuk pangan, pakan, dan industri. Jurnal Litbang Pertanian, 22(4), 133-140.
Kurniasari, R., Suwarto, & Sulistyono, E. (2023). Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) Varietas Numbu dengan Pemupukan Organik yang Berbeda Growth. 11(1), 69–78. https://doi.org/10.14341/diaconfiii25-26.05.23-62
Manopo, D. N., Tumewu, P., & Rantung, M. (2024). Respons Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Pada Pemberian Pupuk Organik Cair Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Dan Pupuk Anorganik. Agri-Sosioekonomi, 20(1), 23–28. https://doi.org/10.35791/agrsosek.v20i1.54435
Moi, A. R. (2015). Pengujian Pupuk Organik Cair dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica juncea). Jurnal MIPA, 4(1), 15. https://doi.org/10.35799/jm.4.1.2015.6897
Soviani, D., Adrianus, A., & Sarijan, A. (2019). Pengaruh Pupuk Gandasil D Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.). Musamus Journal of Agrotechnology Research, 1(2), 61–66. https://doi.org/10.35724/mjar.v1i2.1850
Suwignyo, B., Harjono, M., & Utomo, R. (2014). Pengaruh Perbedaan Fase Silvopastural pada Produksi dan Komposisi Kimia Sorgum di Gunungkidul Yogyakarta. In Buletin Peternakan (Vol. 38, Issue 2, p. 95). https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v38i2.5012
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 JURNAL PETERNAKAN SABANA

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
The author who submits the manuscript must understand and agree that the copyrights published are held by Jurnal Peternakan Sabana. Copyright includes rights to reproduce, distribute and sell every part of journal articles in all forms and media.
All articles published Open Access will be immediately and permanently free for everyone to read and download. We are continuously working with our author communities to select the best choice of license options, currently being defined for this journal as follows:
• Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA)
Jurnal Peternakan Sabana is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
you are free to:
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material
for any purpose, even commercially.
The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.





